Cara membuat Tas, dari kain batik

Diposting oleh narmuda pada 08:59, 25-Jan-16

Assalamu alaikum hai gan apa kbr kih pd, semoga sehat wal afiat, pd kesempatan x ini ane sebenernya pengen ngebagi cara membuat tas dr kain batik yg ane dpt dr kota jogja, lanjut, bahan2 1, kain batik 2, kain lem kerah 3, puring, 4, seleting, Langkah pertama menggunting pola,, 1, gunting kain batik, ukuran, p, 80, l.40. 2,gunting lem kerah, persis no1, 3, gunting kain puring spt no.1 dan2 , Langkah selanjut nya pembuatan, , 1, tempel kan lem kerah dgn kain batik dgn cara di setrika. 2,tekuk kain jd dua bagian lg jahit, 3,ambil bagian siku bawah lalu jahit ukuran 12 cm, masukan puring lalu jahit kembali, Lalu buat tali pjang 80cm, Selamat berkreasi bila kurang jelas, hub,085213402359, atau add fb aku ya nurmuda bandar kesed selamat berkreasi, dan semg jd pengusaha yg sukses, ingat ada jalan kalau kita mau berusaha, modal bukan halangan, yg penting ada kemauan, wasalam

kebanjiran orderan

Diposting oleh narmuda pada 11:46, 05-Jan-14

Posting Pribadi. Silakan masuk untuk membaca.

MENJADI LEBIH PRODUKTIF

Diposting oleh narmuda pada 01:25, 16-Sep-13

Pengertian Kerja Cerdas

Menjadi Lebih Produktif

Apa yang terlintas di benak kita saat mendengar istilah kerja cerdas? Ada yang mengartikan bahwa kerja cerdas itu adalah sebuah model kerja di mana seseorang melakukan pekerjaan sedikit tapi hasilnya besar. Berangkat kerja tanpa terikat pada aturan atau jam kerja formal atau berbisnis jarang-jarang tetapi sekali mendapatkan untung, untungnya cukup untuk dinikmati berbulan-bulan atau cukup untuk sekian minggu ke depan.

Orang yang berpendapat demikian mungkin menganut teori Paretto yang 80/20 itu (The law of imbalance). Kalau merujuk teori ini, berarti 80 % penghasilan orang itu dihasilkan dari 20 % aktivitas kerja / bisnisnya. Aktivitasnya hanya 20 % tapi penghasilannya 80 %. Mungkin, karena orang seperti itu sudah lihai dalam membidik peluang, maka terwujudlah kerja cerdas dalam pengertian seperti di atas.

Terus terang, meski pengertian di atas sering saya dengar dalam pembicaraan, tetapi dalam prakteknya masih jarang saya lihat. Saya tidak tahu apakah Anda juga punya pengalaman seperti saya atau tidak. Yang kerap kita jumpai, kalau ada orang yang mendapatkan hasil banyak, orang itu juga bekerja banyak. Konon, Bill Gate yang dikenal orang pintar dan orang kaya, punya jam kerja yang jauh lebih banyak dibanding dengan karyawannya. Cuma bedanya, Bill Gate tidak merasakan pekerjaannya sebagai tekanan yang membebani.

Tak hanya Bill Gate saja. Di beberapa stasiun teve sekarang ini kerap ditayangkan sukses stori para pengusaha lokal, baik UKM atau Non-UKM. Sejauh saya mengikuti sampai saat ini memang saya belum pernah mendengar dari mereka yang mengatakan bahwa prestasi usahanya itu diciptakan dari model kerja cerdas dalam pengertian di atas. Yang sering mereka katakan justru adalah prinsip mendasar yang umumnya sudah diketahui banyak orang, misalnya: jujur, disiplin, bekerja keras, menjaga kepercayaan, dan semisalnya.

Terlepas apapun orang mengartikan kerja cerdas, tapi di sini kita akan membahas kerja cerdas dalam pengertian: bagaimana kita bisa menjadi lebih produktif dengan alokasi waktu kerja yang sama atau dengan menggunakan peralatan yang sama. Atau dalam pengertian: bagaimana kita bisa memproduksi solusi (barang atau jasa) yang lebih banyak atau lebih cepat dalam waktu yang sama dengan menggunakan peralatan yang sudah kita miliki.

Mungkin contoh beratnya bisa kita ambil dari hasil kerja Frederick W. Taylor pada tahun 1911. Seperti yang sudah jamak diketahui, Taylor adalah seorang insinyur yang bekerja di pabrik. Taylor tidak puas dengan produktivitas para pekerja yang sangat rendah kala itu. Melihat keadaan seperti itu, Taylor menawarkan revolusi mental yang kemudian dikenal dengan 4 prinsip manajemen.

Sebagai bahan perbandingan buat kita, Taylor menawarkan solusi antara lain:

a) Mengembangkan metode, konsep, atau ilmu pengetahuan tentang bagaimana mengerjakan pekerjaan dari pekerjaan itu atau memunculkan teori aplikasi yang terbaik dari pekerjaan yang dilakukan

b) Memilih dan melatih para pekerja dengan pertimbangan dan keputusan yang logis,

c) Menciptakan komunikasi yang sinergis antara manajemen dan pekerja

d) Pembagian kerja dan tanggung jawab yang tegas.

Berdasarkan kondisi dan situasi kontekstual kala itu, konon revolusi mental yang ditawarkan Taylor ini berhasil meningkatkan produktivitas pekerja sampai mencapai 200 %. Menggiurkan, bukan? Atas keberhasilan yang dicapai, Taylor kemudian diberi gelar Bapak Manajemen Ilmiah.

Contoh yang ringan bisa kita ambil dari kebiasaan sehari-hari. Ketika bicara produktivitas, pasti berbeda antara orang yang bekerja dengan target di kepalanya dan orang yang bekerja tanpa ada target di kepalanya. Pasti berbeda antara orang yang bekerja dengan mengembangkan tehnik dan orang yang bekerja dengan tanpa mengembangkan tehnik. Pasti berbeda antara orang yang bekerja dalam keadaan marah dan orang yang bekerja dalam keadaan happy. Pasti berbeda antara orang yang bekerja berdasarkan prioritas dan orang yang bekerja asal-asalan. Pasti berbeda antara orang yang bekerja dengan konsep dan orang yang bekerja tanpa konsep. Bahkan terkadang ada bedanya antara kita bekerja dengan menelpon orang lebih dulu dan bekerja lebih dulu baru menelpon orang. Ini contoh riil yang kita alami sehari-hari.

Intinya, seperti kata orang bijak, di semua pekerjaan di dunia ini ada rahasia Tuhan. Rahasia itu jika semakin kita gali tidak berarti semakin habis. Justru rahasia itu semakin bertambah. Bahkan rahasia itu tidak akan habis ditulis dengan tinta air laut. Ini terjadi dari mulai bagaimana seorang pelayan diskotik menuangkan minuman dari botol ke gelas dengan gayanya yang khas sampai ke bagaimana seorang arsitek merancang bangunan bertingkat. Tugas kita adalah sebetulnya menggali rahasia-rahasia itu sehingga kita bisa selalu meningkatkan produktivitas.

Dengan bertambahnya kemampuan untuk memproduksi solusi yang lebih besar dan lebih cepat, maka secara logis ini akan meningkatkan penghasilan kita. Soal berapa persennya dan kapan peningkatan hasil itu akan terwujud, ini urusan tehnis. Tapi prinsipnya kira-kira begitu.

Harapan yg musnah.

Diposting oleh narmuda pada 15:42, 12-Sep-13

Saat-saat yang paling bahagia adalah saat aku yakin, bahwa aku telah memilikimu dihatiku...
Harapanku adalah ingin menyayangimu dan selalu mencintaimu, tapi apalah daya semua itu telah punah... Selamat berbahagia.

asallamualikum wr wb

Diposting oleh narmuda pada 12:35, 31-Agu-13









asalamualikum wr wb hy agan aganwati semua apa kabar nih lama banget aku gak updet2 postingan baru walau hampir tiap hari aku selalu nengok gubuk aku ini tapi, aku lagi lumayan sibuk( h e h he he he he he sok  sibuk gitu) tapi emang bener kaya gitu gan malum habis lebaran jadi kesed mulai merangkak peseanan lumayan ngebeludak gak ketampung, semoga agan dan aganwati memalumi nya,,,,,,dan juga kau mohon doanya semoga usaha ku di bidang per kesedan ini makin lancar,,,,,,,,, sukses selalau dalam usaha, karena hari2 yang kita lalui bukan hari yg kamaren tapi hari yg baru..... jadi kita harus beda dari hari yg kemaren berusaha teerus berusaha walau aral datang menhadang di depan mata, tapi jangan patah semangat dan yakin lah harapan itu pasti masih ada wabillahi taupik walhidayah  asalamualikum wt wb